November 23, 2012

konflik dan cara penyelesaiannya



Konflik bisa juga dibilang sebagai masalah. Konflik terjadi apabila adanya saling ketidak cocokan satu sama lain seperti tujuan-tujuan yang berbeda, dan secara tidak sadar menimbulkan permusuhan. Mengalahkan saingan nampaknya merupakan cara yang penting untuk mencapai tujuan.tidak ada dari masyarakat kelompok yang tidak pernah mengalami konflik dengan anggota lain.

Jenis dan sumber konflik


 Jenis konflik Menurut Dahrendorf, konflik dibedakan menjadi 6 macam , yaitu :
  1. Konflik antara atau dalam peran sosial (intrapribadi), misalnya antara peranan-peranan dalam keluarga atau profesi (konflik peran (role)) 
  2. Konflik antara kelompok-kelompok sosial (antar keluarga, antar gank). 
  3.  Konflik kelompok terorganisir dan tidak terorganisir (polisi melawan massa).
  4. Koonflik antar satuan nasional (kampanye, perang saudara)
  5. Konflik antar atau tidak antar agama
  6. Konflik antar politik.


Sumber Konflik
  • Perbedaan individu, yang meliputi perbedaan pendirian dan perasaan. 
  • Perbedaan latar belakang kebudayaan sehingga membentuk pribadi-pribadi yang berbeda. 
  • Perbedaan kepentingan antara individu atau kelompok 
  • Perubahan-perubahan nilai yang cepat dan mendadak dalam masyarakat.

Strategi penyelesaian konflik


1. Lose – lose ( kalah – kalah ) hal – hal yang dapat dilakukan adalah :
  • Melakukan pendekatan untuk mencari kesepakatan atau mengambil jalan tengah untuk menyelesaikan perselisihan. 
  • Membayar salah satu pihak yang berkonflik 
  • Menggunakan pihak ketiga sebagai penengah (arbitrator) 
  • Merujuk pada aturan birokrasi atau aturan yang berlaku untuk memecahkan konflik.

2. Win – lose (menang - kalah)
 

  • Strategi ini banyak digunakan pada masyarakat Amerika. 
  • Strategi ini dapat ditemukan di dalam hubungan antara yang menguasai dan dikuasai, konfrontasi antara lini dan staf, hubungan antara serikat pekerja dengan manajemen. 
  • Strategi menang –kalah dapat menimbulkan dua konsekuensi sekaligus baik yang bersifat fungsional maupun disfungsional bagi organisasi. Secara fungsional, strategi ini dapat mendorong terciptanya kompetisi untuk menang dan dapat memperkuat keeratan dan semangat korsa pada situasi konflik. Sebaliknya, strategi ini dapat menciptakan disfungsi karena menutup peluang penyelesaikan cara lain seperti kerjasama, kesepakatan bersama dlsb.

3.  Win-win(menang-menang).
 
  • Strategi ini sangat cocok dilihat dari sisi kemanusiaan dan organisasi, karena sumberdaya yang ada lebih difokuskan pada upaya memecahkan masalah bersama, bukan untuk saling menjatuhkan. 
  • Dalam konteks budaya bangsa Indonesia, musyawarah mufakat sebagai salah satu sila dalam Pancasila merupakan strategi menang – menang, sedangkan pemungutan suara merupakan strategi menang -kalah. 
  • Strategi menang-menang digunakan oleh PT Telkom pada saat memberhentikan sebagian besar tenaga administrasinya. Istilah lainnya adalah : THE GOLDEN SHAKEHAND. 
  • Pada waktu pelaksanaan REGOM di AS tahun 1992, juga digunakan strategi ini untuk mengatasi konflik karena PHK pegawai pemerintah federal




Refrensi  :


0 comments:

Post a Comment

Template by:

Free Blog Templates